Makhluk di Belakang Rumahku
Aku mengendap-endap membuka pintu.
Sebisa mungkin tanpa suara. Ku longokkan kepalaku keluar. Syukurlah dia tidak
ada. Biasanya sepagi ini dia sudah duduk
di depan pintuku. Sungguh sejak dia tidur di belakang rumah, aku jadi malas ke
halaman belakang. Enggan melihatnya. Malas melihat tingkahnya yang sok akrab
denganku.
Namun tiba-tiba… Oh, dia datang. Aku
langsung berjingkat menghindar. Ia berusah mendekatiku. Mengjingkatkan
badannya, berjalan perlahan mengelilingiku dari jarak sekian meter. Ia
mengawasi semua gerakanku. Badannya sengaja ia gesekkan di tembok sekitarku;
seolah memberi tanda, bahwa ini daerah kekuasaannya. Matanya nyalang, seolah
hendak menerkamku. Aku tidak tahan lagi. Segera ku ambil segayung air untuk
mengusirnya… Dan,

Komentar
Posting Komentar